Text
Hujan
Tentang persahabatan
Tentang cinta
Tentang perpisahan
Tentang melupakan
Tentang hujan
==
Novel Hujan merupakan karya dari Darwis yang lebih dikenal dengan nama Tere Liye. Ia merupakan salah satu penulis yang produktif di Indonesia dengan telah menerbitkan kurang lebih 44 buku. Beberapa karyanya pernah diadaptasi ke layar lebar seperti Bidadari-Bidadari Surga dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu.
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Lail yang hidup pada tahun 2042 di mana pada kehidupan sudah sangat moderen dan teknologi yang cangih. Memiliki jalan ceritanya yang sulit ditebak, novel ini berhasil membuat pembaca kesulitan dalam menebak akhir cerita. Banyak sekali kejutan-kejutan atau jalan cerita yang belum terpikirkan sebelumnya.
Lail, gadis yang menyukai hujan. Hampir semua momen-momen yang sangat penting baginya terjadi pada saat hujan turun. Pada saat usia masih muda dia kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal dunia akibat bencana gunung meletus yang sangat dahsyat hingga menyebabkan gempa vulkanik 10 sekala liter, yang memakan banyak korban jiwa. Namun Lail selamat dari bencana tersebut karena bantuan dari seorang anak laki-laki yang bernama Esok.
Esok menyelamatkanya saat tangga yang dinaiki Lail runtuh karena gempa sewaktu mereka keluar dari kereta bawah tanah. Setelah kejadian itu, Lail menjadi yatim piyatu dan tidak memiliki kerabat ataupun saudara yang masih hidup. Tidak memiliki tempat tinggal karena semuanya sudah hancur karena gempa. Sedangkan Esok, masih memiliki Ibu yang selamat namun keempat saudaranya meningal kerena terimpa reruntuhan di kereta bawah tanah.
Karena merasa sendirian, tidak memiliki keluarga. Lail menjadi kurang bersemangat dalam menjalani hidup dan masih larut dalam kesedihan. Namun Esok selalu ada disampingnya memberikan semangat untuk tetap menjalani hidup. Sejak saat itu Lail mulai merasa bahwa Esok adalah seseorang yang paling berharga dalam hidupnya. Dalam novel tersebut, Lail digambarkan sebagai gadis yang terlalu bergantung dengan Esok.
Abu dari letusan gunug purba tersebut telah menyebar di penjuru dunia yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara ekstrim. Beberapa negara menggunakan teknologi untuk mengubah cuaca agar menjadi lebih baik, namun hal tersebut malah menjadikan keadaan semakin memburuk.
Ketika beranjak dewasa Esok dan Lail berpisah. Lail pindah ke panti sosial sedangkan Esok diadopsi oleh seorang walikota, kemudian pergi ke luar kota untuk melanjutkan pendidikannya. Hal tersebut memuat mereka berpisah dan jarang bertemu. Hampir seiap hari Lail melamun tentang Esok, sampai-sampai membuat teman sekamarnya yang bernama Maryam merasa heran. Sesekali Maryam menasehatinya agar tidak terlalu memikirkan Esok.
Pada saat meraka masih di panti sosial, Maryam merasa bosan dengan kegiatan yang ada di sana, kemudian Maryam mengajak Lail untuk mendaftarkan diri sebagai relawan. Mereka bertugas membantu orang-orang yang sedang kesulitan akibat bencana gunung meletus. Akibat peristiwa tersebut, perekonomian dan kesulitan untuk bertahan hidup menjadi turun.
Disaat Mereka sudah mejadi relawan dan sudah masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Lail berusaha untuk menata hatinya agar tidak terlalu memikirkan Esok. Namun hal itu sia-sia karena kedatangan Esok yang secara tiba tiba membuat perasaannya campur aduk. Semua perasaan benci, senang, rindu, kecewa, cemburu dan sebaginya hal itu membuat Lail tidak tahan untuk mengangung semua perasaan itu. Kemudian lail memutuskan untuk pergi ke pusat terapi syaraf untuk melakukan modifikasi ingatan. Saat ditanya apa yang ingin dia lupakan, dan Lail pun menjawab ingin melupakan tentang Hujan.
Dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya yaitu kita harus peduli terhadap lingkungan dan jangan terlalu tergantung kepada teknologi. Karena bisa saja teknologi itu membuat kerusakan pada lingkungan atau kemampuan yang kita miliki menjadi menurun karena terlalu tergantung kepana teknologi.
Tidak tersedia versi lain